Rabu, 14 November 2012

BAB V. Pandangan Pertama


            Kini maulana beranjak usia yang ke-10 alias dia sudah kelas IV SD dan juga dia sudah punya adik laki-laki yang ke-2 "arif budiman" namanya.
            Waktu itu,di sekolah maulana akan mengadakan acara maulid nabi besok pagi,maka dari itu maulana mempersiapkan segala sesuatunya buat acara maulid besok misalnya anak-anak dikelas maulana disuruh untuk membawa kue untuk acara tersebut oleh gurunya.
            Pada waktu itu,maulana menjadi seksi agama dalam keorganisasian kelas IV.
            Pagipun telah tiba,di sekolah anak-anak mulai berdatangan.Diantara mereka banyak yang membawa kue yang sebelumnya disuruh oleh gurunya kemarin.
            "mul…kamu bawa kue apan ….???"Tanya sahlan teman karibnya.
            "aku sih bawa kripik singkong,kalau kamu apan..???"
            "kalau aku sih…bawa biskuit,ntar kalau kue ini dikumpulin bareng yach…!!!"
            "oke coy…..!!!!"
            Jam sudah menunjukan pukul 07.00 bel loncengpun berbunyi keras pertanda acara mau dimulai.pertama kue dikumpulkan,kemudian kue itu dibawa ke ruang resepsionis untuk dibagikan lagi kepada anak-anak, sedangkan anak-anak disuruh masuk keruang yang telah disediakan untuk acara maulid nabi Muhammad Saw.
            "maulid ini siapa yang membaca kitab Al-Barrjanji...?"Tanya maulana pada seorang temanya.
            "biasannya sih golongan anak-anak cewek…tu dia mereka dah datang…!!!"jawabnya sambil menunjukan pada anak-anak cewek yang akan membaca kitab Al-Barrjanji.
            Diantara mereka ada orang yang disukai oleh maulana,tiba-tiba dia masuk ke panggung dengan gaya yang manis
            "ya robbi shalli ala muhammmad…..dst"acarapun dimulai
            "subhanallah…dia cantik sekali,siapakah dia ya Allah…???"katanya dalam hati
            "lili semangat yach…"sahut seseorang teman maulana kepada gadis yang disukainya itu
            "Oh…lili ya namanya…sungguh engkau telah menciptakan gadis manis dengan sempurna ya Allah,semoga dia menjadi kekasihku kelak dikemudian hari"pikir dalam hatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar