Rabu, 14 November 2012

BAB II. Syukuran

-->

Dua minggu telah lewat,sang bayi itupun keadaanya sudah mulai membaik,kepalanya juga mulai mengeras.Kini keluarga nafisahpun mulai sibuk,mereka akan mengadakan acara selamatan untuk sang bayi,setelah itu kemudian cukur rambut dan kasih nama pada sang bayi tersebut.
“nak ahmad,rencananya kamu mau kasih nama siapa pada bayi ini…?”kata bu maryam sambil menggendong anak keluarga muhammad
“nap…menurutmu mau kasih nama siapa pada anak kita ini…?”ujar muhammad pada istrinya
“abang saja yang kasih nama…saya bingung yang penting enak dipanggil dan tidak keberatan bagi anak kita ini,kasihlah nama agar anak kita ini menjadi panutan dan kebanggan semua orang”jawab nafisah dengan tersenyum
“mbok bagaimana kalau anak ini saya kasih nama Maulana,atau Muhaammad maulana saja biar keren”kata muhammad kepada bu maryam
“tapi kalau Muhammad Maulana terlalu berat”jawabnya lagi
“nah…kalau Maulana Yusuf,bagaimana…?”kata Muhammad suami dari nafisah
“bagus juga nama itu…”sahut bu maryam
“emang apa artinya bang…maulana yusuf itu…?”tanya sang istri
“Nggak tau juga sih…emang dulu abang pernah merantau di daerah banten dan abang teringat sesuatu nama yang paling bagus menurut abang yaitu nama maulana yusuf,dia itu seorang sultan anak dari syekh hasanudin…makanya abang kasih nama itu biar dia itu menjadi seorang pejuang islam yang sejati…”muhammad menjelaskan

“Oh gitu…emang sih bagus juga nama itu…?”
“kamu yakin akan kasih nama anak ini Maulana Yusuf nak ahmad…ini bukan mainan lho…,jangan sampe dirubah-rubah lagi…?”kata bu maryam pada pasangan suami istri itu
“ya bu kami yakin,kami namai anak ini maulana yusuf …”kata sang suami istri itu dengan serentak
Kini upacarapun dimulai,pak lebe Dholi yang memimpin acara tersebut.keluarga nafisah sangat bersyukur kehadirat sang ilahi,sehingga nafisah dan sang bayi itupun selamat dari bahaya maut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar